AC Milan Menolak Kalah Balikkan Keadaan Atas Torino 3-2

AC Milan Menolak Kalah

AC Milan Menolak Kalah Balikkan Keadaan Atas Torino 3-2 dan Kembali ke Puncak Serie A

AC Milan menunjukkan mental juara dengan menolak kalah dan membalikkan keadaan saat tandang ke markas Torino. Tertinggal 0-2 lebih dulu, Rossoneri bangkit dan menang 3-2 pada laga Serie A 2025/26 di Stadio Olimpico Grande Torino, Senin (8/12) malam waktu setempat atau Selasa (9 Desember 2025) dini hari WIB. Kemenangan dramatis ini mengantar Milan kembali ke puncak klasemen dengan 31 poin dari 14 pertandingan, sejajar dengan Napoli dan unggul satu angka dari Inter Milan.

Di sisi lain, hasil ini memperpanjang start buruk Torino musim ini. Tim asuhan Ivan Juric (atau pelatih pengganti yang bertugas) itu tertahan di papan bawah dengan 14 poin dan hanya mencatat tiga kemenangan dari 14 laga, meski sempat membuat kejutan dengan memimpin dua gol lebih dulu atas Milan di hadapan publik sendiri.

Awal Buruk Milan: Kebobolan Vlasic dan Zapata

Laga di Turin sejatinya dimulai dengan mimpi buruk bagi AC Milan. Baru 10 menit berjalan, Torino sudah unggul lewat titik putih. Wasit menunjuk penalti setelah bola menyentuh tangan Fikayo Tomori di kotak terlarang. Nikola Vlasic yang maju sebagai eksekutor mengarahkan bola ke sisi kanan gawang. Mike Maignan sempat menyentuh bola, tetapi laju si kulit bundar terlalu kencang untuk dihentikan dan membuat skor menjadi 1-0.

Belum sempat Milan menata kembali ritme permainan, tujuh menit kemudian gawang Maignan kembali jebol. Kali ini giliran Duván Zapata yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan terobosan dan menyelesaikannya dengan sontekan jarak dekat tanpa bisa diantisipasi bek Rossoneri. Dalam 17 menit, Torino unggul 2-0 dan membuat para pendukung tuan rumah yakin akan mematahkan rekor tak terkalahkan Milan.

Pertahanan Milan terlihat rapuh di menit-menit awal, terutama saat menghadapi duel fisik Zapata dan pergerakan di antara lini yang dimanfaatkan Vlasic. Namun setelah unggul dua gol, Torino justru mulai menurunkan intensitas, memberi kesempatan Milan untuk kembali menguasai bola dan merespons.

Gol Jarak Jauh Rabiot Picu Kebangkitan Rossoneri

Kebangkitan Milan dimulai dari kaki Adrien Rabiot. Pada menit ke-24, gelandang asal Prancis itu menerima bola di depan kotak penalti tanpa pengawalan ketat. Melihat sedikit ruang, Rabiot melepas tembakan kaki kiri dari jarak hampir 30 meter yang melengkung deras ke sudut atas gawang Torino. Valleri Milinković-Savić hanya bisa terbang tanpa kuasa mencegah bola bersarang di jala. Skor berubah menjadi 2-1 dan memulihkan kepercayaan diri tim tamu.

Usai gol tersebut, Milan semakin agresif. Rafael Leão beberapa kali mengacak-acak sisi kiri pertahanan Toro, sementara Olivier Giroud menjadi pemantul di kotak penalti. Sayangnya, Leão kemudian harus ditarik keluar sebelum jeda karena mengalami masalah otot, menambah daftar kekhawatiran di kubu Rossoneri. Meski demikian, Milan tetap menutup babak pertama dengan momentum yang lebih positif dibanding tuan rumah.

Pulisic Turun dari Bangku Cadangan, Balikkan Skor Jadi 3-2

Kisah heroik AC Milan di Turin ditulis oleh Christian Pulisic. Winger Amerika Serikat itu awalnya hanya duduk di bangku cadangan karena baru pulih dari flu dan disebut “nyaris seharian di tempat tidur” dua hari sebelum laga. Namun, situasi yang menuntut membuat Max Allegri (yang menjalani hukuman larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan dan menyaksikan laga dari tribun) akhirnya memasukkan Pulisic di pertengahan babak kedua.

Keputusan itu terbukti jitu. Baru beberapa detik berada di lapangan, pada menit ke-67, Pulisic langsung menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan silang mendatar dari sisi kanan, ia berlari ke tiang dekat dan menyambar bola dari jarak dekat, mengecoh kiper dan mengubah skor menjadi 2-2. Gol kilat tersebut juga tercatat sebagai salah satu gol tercepat pemain pengganti Milan di Serie A dalam satu dekade terakhir.

Tak berhenti di situ, Pulisic kembali menghukum Torino pada menit ke-77. Serangan terstruktur Milan membelah blok pertahanan tuan rumah, bola diarahkan ke sisi kanan, lalu dikirim masuk ke kotak penalti. Pulisic dengan cermat menempatkan diri di ruang kosong dan melepaskan voli terukur yang membuat skor berbalik 2-3 untuk Rossoneri. Stadio Olimpico yang sempat bergemuruh di awal laga berubah hening, sementara pemain-pemain Milan merayakan comeback dramatis mereka.

Laliga365 mengamati di sisa waktu, Milan bermain jauh lebih tenang. Penguasaan bola mereka naik hingga di atas 60 persen, dengan total 17 percobaan tembakan berbanding hanya delapan milik Torino. Klub asal Turin berusaha menekan di menit-menit akhir, namun kedisiplinan lini belakang Milan serta ketangguhan Maignan di bawah mistar memastikan skor 2-3 bertahan hingga peluit panjang.

Dampak Klasemen: Milan ke Puncak, Torino Makin Tertekan

Kemenangan atas Torino ini punya dampak besar di papan atas Serie A. Dengan tambahan tiga poin, AC Milan mengumpulkan 31 poin dari 14 laga (9 menang, 4 imbang, 1 kalah), kembali ke posisi pertama klasemen sementara. Mereka sejajar dengan Napoli dalam raihan poin, namun unggul selisih gol dan satu angka di depan Inter Milan yang berada di posisi ketiga. Rekor tak terkalahkan Milan di liga kini melebar menjadi 13 laga beruntun.

Bagi Torino, kekalahan ini terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri setelah sempat unggul jauh. Dengan hanya 14 poin dari 14 pertandingan, mereka masih berkutat di papan bawah dan belum lepas dari ancaman zona degradasi. Catatan bahwa Milan baru dua kali menang di Turin dalam 12 musim terakhir semakin menegaskan betapa berartinya kemenangan Rossoneri sekaligus menggambarkan betapa Torino menyia-nyiakan kesempatan emas.

Di ruang ganti Milan, Pulisic dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dan dipuji karena mentalitasnya yang mau turun bertanding meski kondisi fisik belum 100 persen. Bagi para pendukung Rossoneri, kemenangan 3-2 ini bukan cuma soal tiga poin, melainkan pesan bahwa AC Milan di era baru masih memiliki DNA untuk menolak kalah dan membalikkan situasi sulit menjadi kemenangan penting dalam perburuan Scudetto.