Rasmus Hojlund Curi Perhatian AC Milan (2025)

Rasmus Hojlund

Rasmus Hojlund Curi Perhatian AC Milan: Incaran Baru di Bursa Musim Panas 2025

AC Milan kini serius menjajaki opsi mendatangkan Rasmus Hojlund dari Manchester United. Minat ini muncul setelah performa sang striker sempat menurun dan klub mempertimbangkan untuk melepasnya di bursa transfer musim panas ini. Rossoneri dikabarkan telah melakukan pendekatan awal dengan skenario transfer yang fleksibel, termasuk kemungkinan pinjaman dengan opsi pembelian permanen.

Lebih lanjut, Manchester United disebut bersikap terbuka dengan ide ini — dengan pinjaman sebagai opsi paling realistis secara finansial bagi Milan.

Latar Belakang & Alasan Ketertarikan Milan

Alasan utama AC Milan mengincar Hojlund adalah kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini depan. Saat ini hanya Santiago Gimenez yang menjadi ujung tombak utama, sementara lini serang membutuhkan kedalaman demi persaingan di beberapa kompetisi musim depan.

Pengalaman Hojlund bermain di Serie A bersama Atalanta menjadi modul plus—kemampuan beradaptasi sudah pernah teruji di Italia.

Potret Situasi di Manchester United

Di sisi lain, rumor transfer ini muncul bersamaan dengan masa sulit Hojlund di Old Trafford. Ia hanya mencetak 4 gol di Premier League musim 2024/25, dan total 10 gol di seluruh kompetisi, jauh di bawah ekspektasi harga transfer tinggi yang dibayarkan United saat membelinya.

United sendiri sempat menolak beberapa tawaran pinjaman dari klub Italia, termasuk Milan, saat jendela transfer musim dingin lalu.

Kini, rumor baru menyebut bahwa United telah mulai “menawarkan” servis Hojlund ke Milan dan Atletico Madrid sebagai alternatif penjualan — menandakan pihak klub mulai mencari solusi untuk sang striker.

Status & Masa Depan Hojlund

Meski belakangan banyak rumor, Hojlund menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di United. Ia menyatakan siap berjuang merebut tempat utama dan tidak akan menyia-nyiakan proyek klub yang sedang berjalan.

Baru-baru ini, situasi transfernya tidak terlalu panas, karena Inter Milan terlihat telah menghentikan proses serius mereka dan fokus ke strategi internal.


Ringkasan Cepat

Poin Utama Detail
Minat AC Milan Pendekatan awal dan tertarik dengan opsi pinjaman plus beli
Alasan Ketertarikan Butuh depth striker dan pengalaman Serie A Hojlund
Situasi MU Hojlund menghadapi musim sulit; United mulai membuka peluang transfer
Sikap Hojlund Ingin tetap di United dan berjuang untuk tampil lebih baik

Darwin Núñez Napoli: Batal dan Masa Depan Masih Menggantung

Darwin Núñez Napoli: Batal dan Masa Depan Masih Menggantung

Darwin Núñez Napoli akhirnya memutuskan menarik diri dari negosiasi untuk merekrut penyerang Liverpool, Darwin Núñez, karena tidak mencapai kesepakatan soal nilai transfer dan tuntutan gaji—menandai berakhirnya spekulasi kepindahan ke Serie A.

Gagal Negosiasi karena Nilai Terlalu Tinggi

  • Napoli menolak membayar angka yang diminta Liverpool, yaitu sekitar €60–70 juta, dan hanya menawarkan sekitar €43 juta plus bonus €4 juta. Liverpool tetap menolak karena ingin nilai transfer minimal €50 juta atau lebih.

  • Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, sempat turun tangan langsung untuk membujuk agen dan pihak Liverpool agar mencapai kesepakatan. Meski Darwin terbuka pindah ke Italia, dalam praktiknya negosiasi tak membuahkan hasil.

Fokus ke Opsi Lain: Lorenzo Lucca Diprioritaskan

  • Karena negosiasi dengan Liverpool berjalan lambat tanpa progres berarti, Napoli mengambil langkah mundur dan memilih mendatangkan striker lain: Lorenzo Lucca dari Udinese, dengan biaya sekitar €30–40 juta, lebih realistis secara finansial.

Minat dari Klub Arab Saudi Menjelang Atmosfer Baru

  • Meski peluang ke Napoli tertutup, Newcastle, Atletico Madrid, hingga klub Timur Tengah seperti Al-Hilal & Al-Nassr tetap menunjukkan minat dan bisa menjadi pelabuhan baru bagi Nunez. Terlebih, dia sebelumnya ditolak Liverpool menolak tawaran dari Al-Nassr pada Januari lalu.

Evaluasi Performa & Masa Depan

  • Darwin tampil kurang memuaskan musim lalu di Liverpool: hanya 7 gol di Premier League dari 30 penampilan—terendah sejak bergabung dari Benfica pada 2022.

  • Liverpool tampak mulai mempertimbangkan perombakan skuad: mereka siap menjual Nunez dan mencari penggantinya seperti Hugo Ekitike atau bahkan Alexander Isak jika harga cocok.

Kesimpulan

Transfer Darwin Núñez ke Napoli secara resmi batal karena ketidaksepakatan mengenai harga yang terlalu tinggi. Napoli kini fokus pada target lain seperti Lorenzo Lucca. Sementara itu, masa depan sang striker Uruguay tetap belum pasti—dengan minat dari klub Saudi yang menjulang dan kemungkinan bertahan di Liverpool jika tak ada kesepakatan yang memenuhi ekspektasi finansial.

Wonder Kid Gonzalo García: Bintang Baru Real Madrid (2025)

Wonder Kid Gonzalo García: Bintang Baru Real Madrid di Club World Cup 2025

Striker muda berbakat Gonzalo García menjadi sorotan utama Real Madrid dalam turnamen FIFA Club World Cup 2025. Penampilan impresifnya membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar produk akademi—melainkan peluang nyata masa depan El Real.

Gol dan Kontribusi Konsisten

  • García mencetak 4 gol dan 1 assist selama turnamen, termasuk gol pembuka vs Al-Hilal (1–1), gol ke gawang Salzburg (3–0), dan gol penentu kemenangan 1–0 atas Juventus di babak 16 besar.

  • Gol melawan Juventus via sundulan (54’) menjadi gol ketiganya di turnamen ini, menorehkan rekor pemain akademi pertama yang melakukannya .

Pujian dan Perbandingan Legendaris

  • Pelatih Xabi Alonso membandingkan pergerakan dan insting gol García dengan legenda klub, Raúl González, menyebutnya “typical number nine” yang selalu berada di posisi tepat.

  • Jurnalis Tomás Roncero sejak awal menyebut Gonzalo “a diamond” dan menilai performanya sudah layak membesar di tim utama.

Ere Visibilitas dan Rata-rata Performanya

  • Meski Mbappé absen di fase grup karena sakit, García memulai sebagai starter di semua pertandingan dan mencetak kontribusi gol di setiap laga—hasil luar biasa untuk pemain berusia 21 tahun.

  • Garcia juga mencatat assist kunci ke Arda Güler saat menghadapi Pachuca dan tampil tajam melawan Salzburg.

Statistik & Refleksi

Aspek Statistik
Gol + Assist 4 gol, 1 assist dari 4 laga.
Rata-rata kontribusi Gol di tiap pertandingan struktur turnamen
Kemampuan udara 2 gol via sundulan (gawang Juventus dan Salzburg)

Tantangan Terdepan

  • Dengan kembalinya Mbappé, menit bermain García bisa tereduksi. Namun Xabi Alonso terus memberi kepercayaan—memberinya peran penting.

  • Pilihan berikutnya adalah apakah ia akan menjadi “plan B” realistis di Bernabéu, atau lebih baik cari waktu bermain reguler melalui jalur pinjaman .

Kesimpulan

Gonzalo García tampil sebagai bintang kejutan dalam Club World Cup 2025. Dengan gol konsisten, assist strategis, dan pujian dari Alonso serta media, ia memperlihatkan bahwa masa depan Real Madrid bisa bertumpu padanya. Keputusan tentang nasibnya akan menjadi perbincangan panjang: apakah ia layak bertahan, atau harus mencari peluang di klub lain?

Real Madrid Resmi Rekrut Franco Mastantuono (2025)

Real Madrid Resmi Rekrut Franco Mastantuono: Bintang Muda Argentina Hadir di Santiago Bernabéu

Real Madrid menggebrak pasar transfer musim panas ini dengan mendatangkan talenta muda Argentina, Franco Mastantuono, yang resmi bergabung dari klub asal Buenos Aires. Transfer ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menguatkan lini depan dan regenerasi skuad Los Blancos.

Profil Singkat Franco Mastantuono

  • Posisi: Penyerang tengah / second striker

  • Usia: 21 tahun

  • Kelebihan: Kecepatan eksplosif, insting mencetak gol, dan kemampuan bermain di dua peran serang

  • Rekapan musim lalu: 18 gol dan 12 assist dalam 34 pertandingan liga

Apa yang Membuat Madrid Tergoda?

Real Madrid melihat potensi besar dalam diri Mastantuono. Selain produktivitas tinggi di Argentina, ia juga dikenal dengan:

  • Pergerakan cerdas di kotak penalti

  • Ketajaman penyelesaian akhir yang klinis

  • Kemampuan drop deep dan melebur dalam skema serangan

Kombinasi skill ini dianggap cocok dengan gaya modern kepelatihan saat ini, yang mengutamakan fleksibilitas formasi dan kreativitas lini serang.

Peran di Santiago Bernabéu

Mastantuono diperkirakan akan masuk dalam rotasi di formasi 4–3–3 atau 4–2–3–1, sebagai pelapis garis depan untuk pemain senior seperti Benzema atau Rodrygo. Pilihan taktis ini bisa memberikan fresh legs dan kualitas berbeda dalam transisi cepat.

Tantangan Adaptasi

Meski memiliki potensi besar, Mastantuono harus mampu menyesuaikan diri dengan:

  • Kecepatan dan intensitas Liga Spanyol

  • Tekanan besar bermain untuk klub sekelas Real Madrid

  • Tuntutan mental dan etos kerja di ruang ganti dengan banyak bintang dunia

Harapan dan Kesimpulan

Transfer ini menjadi bukti keberanian Madrid dalam regenerasi. Mastantuono bukan hanya pendatang baru, melainkan harapan masa depan yang bisa menjadi starter reguler atau pembeda dalam rotasi.

Franco Mastantuono kini menjadi salah satu talenta muda paling diperhitungkan di Santiago Bernabéu. Jika ia berhasil beradaptasi, Los Blancos tidak hanya mendapatkan pemain menjanjikan, tetapi juga aset strategis untuk konsistensi selama musim kompetisi penuh.

Final Liga Champions 2025: PSG vs Inter Milan

Final Liga Champions 2025: PSG vs Inter Milan – Duel Epik di Allianz Arena

Final Liga Champions UEFA musim 2024/25 akan mempertemukan dua kekuatan besar Eropa: Paris Saint-Germain dan Inter Milan. Laga ini akan digelar pada Minggu, 1 Juni 2025 pukul 02.00 WIB di Allianz Arena, Munich. Pertandingan ini diyakini akan menjadi pertarungan sengit antara filosofi permainan menyerang dan kekuatan pertahanan solid.

Jadwal Resmi

  • Tanggal: Minggu, 1 Juni 2025

  • Waktu: 02.00 WIB

  • Tempat: Allianz Arena, Munich, Jerman

PSG: Ambisi Menaklukkan Eropa

PSG kembali menjejak final Liga Champions dengan skuad bertalenta tinggi dan pengalaman yang makin matang. Di bawah arahan Luis Enrique, klub asal Paris ini berhasil menyingkirkan raksasa-raksasa seperti Liverpool dan Arsenal di fase gugur. Dengan para pemain bintang seperti Dembélé, Kolo Muani, dan Zaïre-Emery, PSG akan mengincar gelar Liga Champions pertama mereka dalam sejarah.

Inter Milan: Pengalaman dan Kedigdayaan Taktis

Inter Milan tampil konsisten sepanjang musim di bawah pelatih Simone Inzaghi. Klub asal Italia ini menampilkan pertahanan tangguh dan transisi cepat yang mematikan. Setelah mengalahkan Bayern Munich dan Barcelona di fase gugur, Inter siap tampil di final pertama mereka sejak 2010 dan membawa pulang trofi Si Kuping Besar ke kota Milan.

Prediksi Line-up

PSG (4-3-3):
Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Škriniar, Nuno Mendes; Ugarte, Vitinha, Zaïre-Emery; Dembélé, Kolo Muani, Barcola

Inter Milan (3-5-2):
Sommer; Pavard, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Çalhanoğlu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Lautaro

Pertarungan Kunci

  • Lini Tengah: Duel antara Zaïre-Emery dan Çalhanoğlu bisa jadi penentu alur permainan.

  • Sayap: Dimarco vs Hakimi akan jadi duel menarik di sisi lapangan.

  • Finishing: PSG punya kecepatan, Inter punya ketajaman. Efektivitas di depan gawang akan sangat krusial.

Penutup

Final ini menjadi ajang pembuktian dua filosofi sepak bola berbeda: kekuatan kolektif Italia melawan kekuatan dinamis Prancis. PSG berambisi meraih gelar pertama, sementara Inter ingin mengulang kejayaan 2010. Siapa yang akan mengangkat trofi Liga Champions 2025? Jawabannya akan segera kita saksikan di Munich.

Al-Nassr vs Al-Ittihad: Kekalahan Dramatis Ronaldo (2025)

Al-Nassr vs Al-Ittihad: Kekalahan Dramatis Ronaldo dkk dengan Skor 2-3

Pertandingan seru antara Al-Nassr dan Al-Ittihad pada 7 Mei 2025 dalam lanjutan Liga Pro Arab Saudi menyajikan drama dan tensi tinggi. Al-Nassr, yang mengandalkan kekuatan lini depan mereka dengan bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Sadio Mané, harus menerima kekalahan menyakitkan setelah Al-Ittihad bangkit dari ketertinggalan untuk menang 3-2. Hasil ini tak hanya berdampak pada posisi klasemen, tapi juga menimbulkan berbagai reaksi dari pemain, pelatih, hingga penggemar.

Artikel ini akan mengulas secara komprehensif jalannya pertandingan, menganalisis faktor-faktor penentu hasil akhir, serta melihat dampaknya terhadap peta persaingan Liga Pro Arab Saudi musim 2024/2025.


Babak Pertama: Awal Dominan Al-Nassr

Al-Nassr tampil agresif sejak peluit awal. Dengan dorongan dari para pendukung di stadion, mereka langsung menggebrak lini pertahanan Al-Ittihad. Hasilnya terlihat sangat cepat ketika Sadio Mané mencetak gol pembuka pada menit ke-3. Gol tersebut lahir dari kerja sama apik di sisi kanan, diakhiri dengan sontekan kaki kanan Mané ke pojok bawah gawang.

Dominasi Al-Nassr berlanjut. Pada menit ke-37, Ayman Yahya menggandakan keunggulan setelah menerima umpan dari Mané. Dengan dua gol cepat ini, tampak bahwa Al-Nassr akan mengunci tiga poin.

Namun, seperti yang sering terjadi dalam pertandingan besar, semuanya berubah drastis.


Babak Kedua: Kebangkitan Al-Ittihad

Pelatih Al-Ittihad melakukan beberapa penyesuaian saat jeda. Hasilnya langsung terlihat. Pada menit ke-49, Karim Benzema berhasil mencetak gol balasan dengan sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri.

Gol tersebut mengubah dinamika permainan. Al-Ittihad mulai menguasai lini tengah, dengan N’Golo Kanté menunjukkan pengaruhnya. Pada menit ke-65, Kanté menyamakan skor menjadi 2-2 lewat sepakan mendatar setelah serangan balik cepat yang dipimpin oleh Moussa Diaby.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Al-Ittihad menghantamkan pukulan terakhir. Di masa injury time, Houssem Aouar mencetak gol kemenangan dengan tembakan dari luar kotak penalti yang gagal dihalau David Ospina.


Statistik Pertandingan: Bukti Pertarungan Seimbang

Meskipun skor akhir menunjukkan kemenangan Al-Ittihad, statistik menunjukkan pertandingan yang cukup berimbang:

  • Penguasaan bola: Al-Nassr 51% – Al-Ittihad 49%

  • Tembakan total: Al-Nassr 12 – Al-Ittihad 14

  • Tembakan tepat sasaran: Al-Nassr 5 – Al-Ittihad 7

  • Pelanggaran: Al-Nassr 13 – Al-Ittihad 10

  • Kartu kuning: 2 untuk masing-masing tim

Statistik ini memperkuat bahwa kemenangan Al-Ittihad diraih berkat efektivitas serangan balik dan mental juang yang kuat di babak kedua.


Pemain Kunci Pertandingan

Karim Benzema – Penentu Momentum

Meski baru kembali dari cedera ringan, Benzema menunjukkan kualitasnya. Gol pembuka bagi Al-Ittihad membuat semangat tim bangkit dan memicu perlawanan sengit.

N’Golo Kanté – Dominasi Lini Tengah

Kanté menjadi motor kebangkitan Al-Ittihad. Selain mencetak gol, ia memutus banyak aliran bola dari lini tengah Al-Nassr.

Sadio Mané – Pemain Terbaik Al-Nassr

Kontribusi Mané masih menjadi salah satu yang paling menonjol. Gol dan assist darinya menjadi satu-satunya sorotan positif bagi Al-Nassr dalam laga ini.


Reaksi Cristiano Ronaldo: Frustrasi Terhadap Tim

Cristiano Ronaldo tampil penuh sepanjang pertandingan, namun tak mencetak gol. Beberapa kali ia terlihat frustrasi, terutama setelah gol penyama dari Kanté. Kamera menangkap Ronaldo memberi gestur keras kepada rekan-rekannya, seperti menyuruh mereka untuk “bangun” dan lebih fokus.

Reaksi ini menuai beragam tanggapan di media sosial. Beberapa penggemar menyalahkan Ronaldo karena tidak berkontribusi dalam gol, sementara lainnya memuji etos kerjanya yang masih tinggi di usia 40 tahun.


Dampak pada Klasemen Liga Pro Arab Saudi

Dengan kemenangan ini, Al-Ittihad mengoleksi 71 poin, memperkuat posisi mereka di puncak klasemen dan unggul enam poin dari Al-Hilal, pesaing terdekat, dengan empat laga tersisa. Ini menempatkan mereka dalam posisi unggul untuk merebut gelar liga.

Sementara itu, Al-Nassr tertahan di peringkat keempat dengan 60 poin, dan peluang mereka untuk finis di dua besar semakin mengecil. Ini berarti jalan mereka ke Liga Champions AFC musim depan tidak lagi bergantung hanya pada performa sendiri, melainkan juga hasil dari tim-tim lain.


Peluang Al-Nassr di Sisa Musim

Meski secara matematis Al-Nassr masih bisa naik ke posisi dua besar, peluang tersebut kini tipis. Fokus tim kemungkinan akan dialihkan ke Piala Raja Saudi, di mana mereka masih bertahan di babak semifinal.

Arteta, pelatih kepala Al-Nassr, dalam konferensi pers menyatakan:

“Kami kehilangan kontrol setelah babak pertama. Mental dan fokus harus diperbaiki. Kami masih punya peluang di Piala, dan itu sekarang jadi prioritas utama.”


Penutup: Pelajaran dari Kekalahan

Kekalahan 2-3 dari Al-Ittihad menjadi tamparan keras bagi Al-Nassr, terutama bagi pemain senior seperti Cristiano Ronaldo yang haus akan gelar. Di sisi lain, Al-Ittihad menunjukkan karakter sebagai tim juara – pantang menyerah dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu comeback terbaik dalam sejarah pertemuan kedua tim. Bagi Al-Nassr, ini menjadi momen refleksi untuk menata ulang strategi dan menyiapkan diri lebih baik, baik untuk kompetisi domestik maupun kontinental.

Tottenham Hotspur vs Nottingham Forest Harus Malu di Kandang

Tottenham Hotspur vs Nottingham Forest: Kekalahan Mengejutkan di Kandang, Skor 1-2

Tottenham Hotspur harus menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Nottingham Forest dalam lanjutan Liga Premier Inggris pada 21 April 2025. Bermain di kandang sendiri, Tottenham justru kalah 1-2 dari tim tamu yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Hasil ini menjadi pukulan berat bagi The Lilywhites yang tengah berjuang menjauhi zona degradasi.

Babak Pertama: Nottingham Forest Langsung Menekan

Sejak peluit awal dibunyikan, Nottingham Forest tampil agresif. Mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan menekan pertahanan Tottenham. Hasilnya terlihat cepat. Pada menit ke-15, Elliot Anderson berhasil membobol gawang Tottenham lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Guglielmo Vicario. Gol tersebut membuat Forest unggul 1-0 dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Tottenham mencoba merespons dengan mengandalkan pergerakan Son Heung-min dan James Maddison, tetapi lini belakang Forest yang dikawal Murillo dan Niakhate tampil disiplin. Keasyikan menyerang membuat Tottenham lengah. Pada menit ke-32, Chris Wood menggandakan keunggulan Nottingham Forest. Penyerang asal Selandia Baru itu menanduk bola hasil umpan silang Neco Williams dan membuat skor menjadi 2-0. Ini merupakan gol ke-19 Wood di musim ini, mempertegas perannya sebagai mesin gol Forest.

Babak Kedua: Tottenham Bangkit Tapi Terlambat

Memasuki babak kedua, manajer Tottenham melakukan beberapa pergantian untuk meningkatkan intensitas serangan. Richarlison dan Brennan Johnson masuk untuk menambah daya dobrak. Tottenham mendominasi penguasaan bola, namun serangan mereka kerap kandas di lini tengah akibat pressing ketat yang diterapkan Forest.

Pada menit ke-87, usaha Spurs akhirnya membuahkan hasil. Pedro Porro melepaskan umpan silang akurat ke kotak penalti dan Richarlison menyambutnya dengan sundulan tajam yang menaklukkan kiper Matt Turner. Gol ini memberi harapan kepada Tottenham untuk mengejar ketertinggalan, namun waktu yang tersisa terlalu sedikit.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Nottingham Forest bertahan. Ini menjadi kemenangan bersejarah bagi Forest karena berhasil menang di kandang Tottenham, sekaligus memperbesar peluang mereka lolos ke Liga Champions musim depan.

Statistik Menarik Pertandingan

  • Penguasaan bola: Tottenham Hotspur 65% – Nottingham Forest 35%
  • Tembakan tepat sasaran: Tottenham 4 – Nottingham Forest 5
  • Pelanggaran: Tottenham 11 – Nottingham Forest 13
  • Tendangan sudut: Tottenham 7 – Nottingham Forest 3

Meski Tottenham lebih dominan dalam penguasaan bola, efektivitas serangan Nottingham Forest yang menjadi kunci kemenangan mereka.

Dampak Bagi Klasemen Liga Premier

Kemenangan ini membawa Nottingham Forest naik ke peringkat ketiga klasemen sementara, hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen. Peluang mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan semakin terbuka lebar.

Sebaliknya, Tottenham kini berada di posisi ke-16 dengan hanya satu poin di atas zona degradasi. Ini menjadi kekalahan kandang kedelapan mereka musim ini, sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi para pendukung Spurs.

Reaksi Pelatih dan Pemain

Pelatih Tottenham, Ange Postecoglou, mengaku kecewa berat dengan hasil ini. “Kami kurang tajam di lini depan dan terlalu ceroboh di lini belakang. Ini menjadi peringatan besar bagi kami,” ujar Ange dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Forest, Nuno Espírito Santo, memuji penampilan anak asuhnya. “Kami tampil berani dan penuh determinasi. Ini kemenangan yang sangat penting bagi perjalanan kami musim ini,” kata Nuno dengan penuh semangat.

Chris Wood, pencetak gol kedua Forest, menyatakan rasa bangganya. “Saya hanya melakukan tugas saya di depan gawang. Semua berkat kerja sama tim yang luar biasa,” ujarnya kepada Sky Sports.

Analisis Taktik: Ketangguhan Forest, Ketidakmampuan Spurs

Secara taktik, Forest tampil dengan strategi serangan balik cepat yang sangat efektif. Mereka tak ragu melakukan pressing tinggi saat Tottenham membangun serangan dari belakang, memaksa kesalahan-kesalahan individu dari pemain Spurs.

Sementara itu, Tottenham terlihat kekurangan ide saat menyerang. Maddison dan Son kerap terisolasi, sementara Porro dan Udogie di sayap tidak mampu menciptakan banyak peluang berbahaya. Pergantian pemain memang memberikan sedikit perubahan, namun tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Apa Selanjutnya untuk Tottenham dan Nottingham Forest?

Tottenham harus segera bangkit jika ingin menghindari degradasi. Mereka akan menghadapi pertandingan krusial melawan West Ham United di laga berikutnya. Sebuah kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang bertahan di Liga Premier.

Bagi Nottingham Forest, jadwal berat menanti mereka dengan pertandingan melawan Manchester City. Namun, dengan performa penuh percaya diri seperti saat melawan Tottenham, Forest bisa saja membuat kejutan lain.

Kesimpulan

Kekalahan 1-2 dari Nottingham Forest menjadi tamparan keras bagi Tottenham Hotspur. Tidak hanya memperburuk posisi mereka di klasemen, hasil ini juga menunjukkan banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sebaliknya, Forest menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan taktik yang tepat, mereka mampu mengalahkan tim besar di kandangnya sendiri.

Apakah Tottenham bisa bangkit? Atau justru terperosok lebih dalam ke jurang degradasi? Menarik untuk dinantikan kelanjutannya di pekan-pekan terakhir Liga Premier Inggris musim 2024/2025 ini.

Alasan AC Milan Menunda Pengumuman Perpanjangan Kontrak Mike Maignan

Shannonlabriemusic.com – Alasan AC Milan Menunda Pengumuman Perpanjangan Kontrak Mike Maignan. AC Milan dan Mike Maignan telah mencapai kesepakatan verbal untuk memperpanjang kontraknya hingga 2028, tetapi pengumuman resmi masih ditunda.

Penjaga gawang asal Prancis ini dikabarkan telah menyetujui gaji 5 juta euro (sekitar Rp86 miliar) per musim, menjadikannya salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Milan.

Meskipun kontrak sudah ditandatangani, Milan memilih untuk menundanya karena alasan strategis.

Selain menunggu penunjukan direktur olahraga baru, Milan juga mempertimbangkan performa Maignan yang tampaknya menurun.

Menunggu Direktur Olahraga Baru

Mencari direktur olahraga baru di Milan masih berlangsung. Sebelum kontrak besar yang diterima Maignan, orang ini akan bertanggung jawab atas strategi keuangan klub.

Laporan dari Pianetamilan menyatakan bahwa keputusan ini juga terkait dengan rencana masa depan klub. Mereka ingin memastikan bahwa biaya besar untuk Maignan sejalan dengan rencana manajemen baru.

Manajemen AC Milan memilih untuk menunda pengumuman perpanjangan kontrak karena tidak ada persetujuan dari direktur olahraga yang baru.

Performa Maignan di Bawah Pengawasan Conceicao

Selain masalah yang berkaitan dengan manajemen, kinerja Maignan juga menjadi perhatian. Kondisi fisik kiper berusia 29 tahun tersebut dikabarkan diragukan oleh Sergio Conceicao, pelatih Milan.

Menurut Conceicao, Maignan mengalami kelebihan berat badan, yang berdampak pada penampilannya di lapangan. Akibatnya, Milan ragu untuk memberikan kompensasi yang tinggi tanpa peningkatan kinerja.

Sebelum menandatangani kontrak baru, Milan ingin memastikan Maignan kembali bersinar.

Baru Sebentar Gabung Villa, Marcus Rashford Sudah Bikin Keputusan Soal Masa Depannya di Man United

Shannonlabriemusic.com – Baru Sebentar Gabung Villa, Marcus Rashford Sudah Bikin Keputusan Soal Masa Depannya di Man United. Sementara Marcus Rashford baru saja bergabung dengan Aston Villa, dia dilaporkan telah membuat keputusan tentang masa depannya di Manchester United.

Di bawah era Erik Ten Hag dan Ruben Amorim, Rashford kesulitan mendapatkan peran penting di tim Man United.

Akibatnya, kemarin Man United melepasnya pada musim dingin 2025. Ashford kemudian dipindahkan ke Aston Villa.

Ia bergabung dengan Villa dengan status pinjaman selama enam bulan, tetapi setelah itu, Rashford masih memiliki kesempatan untuk kembali menjadi pemain utama di skuad United jika dia dapat memperbaiki hubungannya dengan Rubem Amorim.

Rashford Sudah Buat Keputusan Soal Masa Depannya

Walau bagaimanapun, ada berita terbaru mengenai masa depan Marcus Rashford. Rumornya, ia disebut sudah memutuskan apa yang akan ia lakukan pada musim panas 2025.

Seseorang mengatakan bahwa Rashford telah memutuskan untuk bertahan di Aston Villa dan tidak akan kembali ke Manchester United. The Sun menyatakan rumor ini.

Rashford berharap dapat pindah ke Villa secara permanen karena ia ingin terus bekerja di bawah bimbingan Unai Emery.

Sebuah laporan menyatakan bahwa Rashford memberi tahu teman-temannya bahwa dia telah bangkit di bawah asuhan Emery. Dia juga percaya bahwa pelatih asal Spanyol itu dapat menghidupkan kembali kariernya di tingkat internasional.

Rashford Bisa Sehebat Salah

Unai Emery, pelatih Aston Villa, sebelumnya menyatakan bahwa Marcus Rashford memiliki kemampuan untuk kembali menjadi bintang. Dia bahkan percaya bahwa Rashford pada akhirnya akan memiliki kemampuan untuk menyamai Mohamed Salah, pemain bintang Liverpool.

Marcus sebelumnya pernah bermain di level itu. Marco juga (Asensio). Seperti dilansir Mirror, dia berkata, “Tantangan saya bagi mereka berdua adalah mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka.”

Emery memuji bahwa meskipun mereka bukan pemain dengan jumlah gol atau assist terbanyak, mereka mampu melakukan keduanya. Yang membuat Salah unik adalah kemampuannya melakukan keduanya secara konsisten di level tertinggi.

Bernabeu, Rumah Baru Kylian Mbappe!

Bernabeu, Rumah Baru Kylian Mbappe! Kamis (20/2) dini hari WIB, Kylian Mbappe tampil luar biasa di pertandingan play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Manchester City. Madrid menang 3-1 di pertandingan di Stadion Bernabeu, dengan Mbappe mencetak satu gol untuk timnya.

Mbappe mencetak tiga gol, atau hattrick, dalam 10 pertandingan Liga Champions. Dia mencetak gol pada menit ke-4, 33, dan 61. Total, Mbappe sudah mencetak tujuh gol.

Real Madrid mendapatkan tempat di babak 16 Besar setelah mengalahkan Man City dengan skor agregat 6-3. Kemenangan 3-1 itu sangat penting bagi Real Madrid.

Kembali ke Mbappe, tiga golnya ke gawang Man City menunjukkan bahwa dia sedang bermain dengan baik. Selain itu, tampaknya dia telah menemukan rumah barunya, Bernabeu.

Mbappe dan Gol-golnya di Bernabeu

Kylian Mbappe mengalami kesulitan untuk mencapai tingkat terbaiknya pada awal kedatangan. Baik klub maupun Mbappe harus berubah, tetapi itu sudah selesai. Mbappe tampaknya menikmati bermain untuk Real Madrid.

Pada tujuh pertandingan terakhir Real Madrid di Stadion Bernabeu, Mbappe tidak pernah berhenti mencetak gol, menurut data yang dikumpulkan Squawka.

Selama periode tersebut, Mbappe berhasil mencetak sembilan gol dan menyumbang satu assist—catatan yang luar biasa!

Proses adaptasi telah berakhir, dan saya harus bermain dengan karakter saya. Menurut situs resmi Real Madrid, Kylian Mbappe mengatakan, “Saya tidak memiliki batasan, tetapi yang terpenting adalah memenangkan trofi.”

Bukan Hanya Gol, Juga Trofi!

Untuk dirinya sendiri, Mbappe telah melakukan penampilan yang luar biasa. Selain mencetak tujuh gol di Liga Champions, dia telah mencetak 17 gol di La Liga, dan hubungannya dengan pemain Real Madrid lainnya telah berjalan dengan baik.

Namun, Mbappe ingin lebih dari itu dari Real Madrid. Pemain berusia 26 tahun itu ingin meraih lebih dari satu gol dan ingin menjadi juara bersama Real Madrid.

“Saya telah mencetak banyak gol dalam karier saya, tetapi saya belum memenangkan banyak trofi. Mencetak banyak gol dan memenangkan banyak trofi sudah menjadi darah saya.”