Profil Yanto Basna Awal Karir Hingga Sukses

Profil Yanto Basna

Salah satu pesepak bola yang karirnya semakin meningkat saat ini adalah Yanto Basna. Maka dari itu, sangat penting sekali untuk mengetahui tentang profil Yanto Basna untuk menambah daftar pemain bola idola tanah air. Yanto sendiri merupakan pemain bola yang patut untuk diapresiasi akan penampilannya di pertandingan.

Pesepak bola asal Papua ini merupakan pemain yang sangat brilian. Tentunya sudah banyak prestasi yang mampu ditorehkan, entah itu untuk klub maupun Tim Nasional. Tanpa berlama-lama lagi, berikut ini adalah profil lengkap dari seorang Yanto Basna.

Biodata Lengkap

Rudolf Yanto Basna merupakan nama lengkap yang dimilikinya. Untuk keseharian dan di dalam pertandingan sering dipanggil dengan nama Yanto Basna. Yanto Basna sendiri merupakan pemuda Indonesia yang berasal dari tanah Papua. Sorong, 12 Juni 1995 merupakan tempat dan tanggal kelahiran dari seorang Yanto Basna.

Yanto sendiri merupakan pemain bola yang memiliki bentuk tubuh sangat ideal. Yang mana untuk tinggi badan yang dimilikinya adalah 1,80 meter. Hingga tahun ini dan dalam usia yang sangat muda, Yanto telah melakukan kontribusi yang sangat banyak kepada klub ataupun Tim Nasional.

Kecerdikannya dalam menggalang lini belakang dengan sangat rapat dan apik, membuatnya disukai oleh klub maupun Tim Nasional bola. Karena kecerdikannya itu juga, seorang Yanto mampu menutup lawan main dalam membobol gawang. Tidak heran lagi, jika kemenangan selalu diraih oleh klub maupun Timnas yang bersama dengan Yanto Basna.

Perjalanan Karir Rudolf Yanto Basna

Perjalanan karir hingga sukses seperti saat ini, bukanlah suatu hal yang sangat mudah untuk dijalani oleh Yanto Basna. Tentunya beragam cobaan dan rintangan, sudah terbiasa dihadapinya semenjak meniti karirnya di dunia sepak bola. Profil yanto basna tidak bisa terlepas dari perjalanan awal karirnya.

Di mana Yanto Basna pertama kali dipanggil oleh Indra Sjafri yang diajak untuk membela Garuda Muda U-19. Kendati demikian, panggilan ini tidak membuat dirinya menjadi pemain utama dalam U-19. Melainkan untuk beberapa kesempatan pertandingan yang pernah dihadapinya, Yanto hanya menjadi pengisi kursi cadangan saja.

Walau demikian, pesepak bola muda asal Papua ini tidak pernah putus asa untuk meniti karirnya. Malah sebaliknya, seorang Yanto Basna terus bekerja keras untuk berlatih dengan kedisiplinan yang sangat tinggi. Hingga pada akhirnya bisa seperti sekarang ini dalam mendapatkan kepercayaan untuk klub dan Timnas bola.

Pernah Bermain Untuk Tim Mitra Kukar

Pada tahun 2015 lalu keadaan dunia sepak bola di Indonesia tidak semeriah sekarang ini. Apalagi saat ini PSSI sedang dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun di tengah-tengah keadaan tersebut ada sebuah pertandingan yang dicetuskan oleh TNI dengan nama kejuaraan “Jendral Sudirman Cup”.

Dari pertandingan itulah muncul gelar juara baru, yakni dari Tim Mitra Kukar. Yang mana tim sepak bola ini berhasil mengalahkan Semen Padang di Gelora Bung Karno dengan skor 2-0. Jika dilihat-lihat dari sejarah sepak bola Indonesia, Tim Mitra Kukar adalah tim bola yang jarang mendapatkan gelar juara dalam turnamen.

Dari sekian pemain yang ada dalam tim tersebut, salah satu nama yang paling menonjol adalah Yanto Basna. Di mana Yanto sendiri terlihat sangat apik dan lincah dalam bermain. Berkat kehebatannya dalam menjaga lini belakang Mitra Kukar, Yanto sendiri dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kompetisi tersebut.

Demikianlah profil Yanto Basna paling lengkap yang merupakan pemain bola Indonesia. Kesabaran dan ketelatenan dalam berlatih untuk menjadi yang terbaik, sangat patut untuk diacungi jempol. Selain itu, sifat rendah hati walau sudah berprestasi, sangat baik untuk dijadikan panutan semua orang.

Profil Mason Mount si Anak Emas Lampard dan Chelsea

Profil Mason Mount

Mason Tony Mount atau Mason Mount merupakan pemain gelandang serang (attacking midfielder) andalan skuad Chelsea saat ini. Pemain bertinggi badan 1,78 meter ini, seringkali menjadi starting line-up musim ini, hingga disebut sebagai anak emas. Profil Mason Mount si Anak Emas Lampard dan Chelsea ini akan menjelaskan riwayat hingga karirnya dalam sepak bola. Berikut ulasan profil lengkapnya.

Kehidupan dan Perjalanan Singkat Mason Mount

Pemain bernama lengkap Mason Tony Mount ini lahir pada 10 Januari 1999 (usia 22 saat ini). Lahir di Portsmouth, Hampshire dari keluarga Mount yang tingga di kota pelabuhan di Inggris. Ayahnya, Tony Mount sangat menggemari sepak bola, meskipun hanya bermain di level non-Liga. Cita-citanya pun dituangkan dalam diri Mount.

Mount masuk dalam akademi lokal, Boar Hunt F.C sejak umurnya 4 tahun. Mount menarik perhatian akademi Chelsea dan Pompei saat itu. Akhirnya, pada usia 6 tahun, ayahnya memutuskan Mount bergabung dengan Chelsea di tahun 2005. Di Akademi, Mount tumbuh dengan pemain-pemain hebat seperti John Terry dan David Luiz yang menjadi idolanya.

Karir Junior

Mount terus berkembang di dalam akademi Chelsea. Pada saat usianya 15 tahun atau di musim 2013-14, Mount berhasil melakukan debut juniornya di Chelsea u-18. Mount kemudian dipercaya untuk tampil pada musim-musim selanjutnya. Selanjutnya, Mount bermain secara reguler untuk Chelsea u-18 dan u-21 selama musim 2016-17.

Di Chelsea U-18 dan U-19, Mount pernah merasakan 1 kali UEFA Youth League Winner (2015-16) dan 1 kali English Youth League Winner (2016-17). Penampilannya berhasil memukau dengan mencetak 10 gol dari 30 pertandingan bersama Chelsea u-18. Mason Mount akhirnya menandatangani kontrak seniornya di musim 2017-18.

Karir Senior

Setelah menandatangani kontrak seniornya, ia langsung dipinjamkan ke klub Eredivisie, Vitesse Arnhem pada musim 2017-18. Karirnya cukup bagus di Vitesse dengan mencetak total 13 gol dan 10 assist. Hattrick pertamanya dicetak saat melawan ADO Den Haag dengan kemenangan 5-2.  Tidak sampai disitu, ia bahkan memenangkan Vitesse Player of the Year award.

Setelah masa peminjamannya dengan Vitesse habis, Mount akhirnya bergabung dengan Derby County pada 17 Juli 2008. Derby County merupakan klub Championship atau liga nomor 2 di Inggris. Frank Lampard yang saat itu menukangi Derby County memberikan posisi utama atas penampilannya.

Mount kembali mencetak hattrick keduanya saat melawan Bolton Wanderers dengan kemenangan 4-0. Pertandingan tersebut merupakan pertarungan penting bagi Derby demi babak playoff promosi ke Liga utama. Mount cukup sering bermain sebagai starting line-up bagi Derby County dengan 44 pertandingan dan mencetak 11 gol serta assist.

Menjadi Pemain Andalan Chelsea

Semusim di Derby County, Mount akhirnya menandatangani kontrak dengan Chelsea pada 15 Juli 2019. Perjalanan menjadikan profil Mason Mount si Anak Emas Lampard dan Chelsea, dimulai dari sini. Chelsea sebagai klub akademinya, dan Frank Lampard sebagai pelatihnya, menjadikan Mount dianggap sebagai ‘anak emas’. Di musim pertamanya, Mount berhasil menjalani 50 pertandingan dalam satu musim.

Mount menjadi pemain dari akademi Chelsea yang berhasil melakukan 50 pertandingan dalam satu musim di tim senior. Mount juga berhasil melesakkan 7 gol dan 6 assist dalam musim 2019-20. Hingga saat ini Mount tetap menjadi andalan Frank Lampard. Tercatat Lampard pernah mainkan Mount dalam posisi Central Midfielder, Left Midfielder, Left Winger, Right Winger, dan Right Midfielder.

Karir Tim Nasional

Mount telah masuk dalam skuad Three Lion sejak level u-16 pada tahun 2014. Total selama karir juniornya di Tim Nasional Inggris, Mount selalu menjadi yang utama, dengan 40 pertandingan, mencetak 13 gol dan 10 assist. Di Tim Nasional Inggris u-19, Mount juga berhasil memenangkan  European u19 Champion pada tahun 2017.

Penampilannya yang apik di timnas junior dan klub membuat Gareth Southgate, pelatih timnas senior Inggris, memasukkannya dalam skuad Inggris di Kualifikasi UEFA Euro 2020. Total 13 pertandingan yang telah dijalani bersama timnas senior. Sejauh ini, Mount berhasil mencetak 3 gol dan 1 assist.

Demikianlah, ulasan singkat Profil Mason Mount si Anak Emas Lampard dan Chelsea. Labelnya tersebut, diharapkan mampu menjadi motivasi besar bagi dirinya untuk terus berkembang. Permainannya yang semakin apik dan konsisten akan menjadikannya masa depan cerah bagi Chelsea maupun Timnas Inggris.

Profil Jesse Lingard Pemain Yang Dijuluki Lingardinho Oleh Netizen

Pfrofil Jesse Lingard

Jesse Ellis Lingard lahir di Inggris tepatnya di Kota Warrington pada tanggal 15 Desember 1992. lingard bermain di posisi gelandang penyerang hingga posisi sayap. Lingard saat ini memperkuat tim raksasa dari Inggris yaitu Manchester United. Penasaran bagaimana profil Jesse Lingard yang dapat julukan unik oleh fans? Berikut informasi lengkapnya!

Perjalanan Karir Jesse Lingard

Profil Jesse Lingard yang pertama yaitu: Lingard melakukan debut profesional pertamanya pada musim 2011-2012. Saat itu Lingard berhasil membawa tim muda MU menjuarai Piala FA. Walaupun lingard membawa tim MU juara lantas tidak langsung mendapat tempat di skuad utama. Untuk di timnas, Lingard menjalani debutnya pada tanggal 08 Oktober 2016.

Tahun 2012 Lingard dipinjamkan ke klub Leicester City, selama membela Leicester Lingard hanya bermain selama 5 pertandingan. Jesse Lingard sempat dipinjamkan ke beberapa klub seperti Birmingham City, Brighton dan terakhir Derby County. Lingard kembali ke tim utama MU pada musim 2015-2016 pada era Louis Van Gaal. 

Selama 5 musim berseragam MU, Lingard telah bertanding sebanyak 209 laga. Lingard juga telah mengoleksi 33 gol dan 16 Assist di semua ajang kompetisi. Lalu untuk Timnas Inggris Lingard telah bertanding sebanyak 24 pertandingan dan menorehkan 4 gol. 

Pada musim 2020/2021 ini Lingard hanya bermain selama 2 pertandingan, itupun di ajang league Cup bukan Premier League.

Jesse lingard Dijadikan Lelucon Oleh Fansnya Sendiri

Jesse Lingard merupakan pemain Manchester united yang paling banyak dibicarakan oleh fansnya sendiri. Bukan karena performanya yang gemilang saat membela the red devil (Julukan tim Manchester United). Tapi karena performanya dia setiap bertanding, bahkan fansnya sendiri sudah bosan melihat performa buruk dari Lingard.

Sehingga fansnya sendiri membuat julukan untuk Lingard yaitu Lingardinho, julukan tersebut sangat terkenal di sosial media. Tidak hanya Julukan Lingardinho saja yang dibicarakan di sosial media. Di media sosial muncul video unik dengan judul “Jesse Lingard, Most Beautiful Goals and Assists of 2019”.

Dari judul tersebut harusnya menarik untuk dilihat jika seorang pemain bola dibuatkan video seperti itu. Namun video tersebut berkata lain karena durasi video yang sangat singkat. Alasan video tersebut singkat karena lingard pada saat itu tidak mencetak satupun gol maupun assist.

Tidak hanya video itu saja yang menjadi bahan candaan di media sosial. Bahkan ada sebuah meme foto Lingard yang disandingkan dengan gambar pohon. Meme tersebut berisi kesimpulan bahwa pohon lebih bermanfaat daripada lingard karena menghasilkan sebuah oksigen.

2019/2020 Menjadi Musim Terburuk Bagi Jesse Lingard

Musim tersebut merupakan terburuk bagi Jesse Lingard. Pasalnya di musim tersebut Lingard hanya dimainkan Oleh sebanyak 22 pertandingan di ajang kompetisi Premier League. Dalam pertandingan tersebut Lingard hanya 9 kali sebagai starter sisanya sebagai pengganti.

Kontribusi bagi klub juga terbilang minim saat itu, karena Lingard hanya mengoleksi 1 gol. Gol tersebut tercipta pada pekan terakhir premier league melawan Leicester city pada menit 90+8. Gol tersebut membuat mantan pemain Hove & Brighton mengakhiri puasa golnya selama 182 hari.

Jesse Lingard Aktif Bermain sosial media

Profil Jesse Lingard yang terakhir yaitu selain bermain sepak bola, dia juga memiliki channel youtube sendiri. Channel youtubenya memiliki nama Jesse Lingard official dan telah diikuti sebanyak 316 ribu pengikut.

Dalam channel Youtube tersebut terdapat 22 video dan telah ditonton lebih dari 9 juta kali. Lingard juga memiliki akun twitter (@jesselingard) dengan 1,9 Juta Pengikut, dan Instagram (@jesselingard) 6,6 juta pengikut.

Itulah profil Jesse Lingard yang penulis sajikan diatas. Pemain bernomor punggung 14 ini selalu mengecewakan fans selama selama bertanding. Hal tersebut membuat fans MU memberi julukan bagi Lingard yaitu lingardinho. Julukan lingardinho ini merupakan gabungan dari nama lingard dan Ronaldinho, yang berarti lingard ini disandingkan dengan legenda asal Brasil Ronaldinho.

Profil Roberto Firmino Sang False-Nine Liverpool

Profil Roberto Firmino

Roberto Firmino merupakan pemain sepakbola asal Brasil yang akhir-akhir ini sedang naik daun. puncak karirnya ini tidak didapatkan secara instan. Melainkan harus melalui semua rintangannya dengan kerja keras. Seperti apakah perjalanan dari Roberto Firmino? Berikut profil Roberto Firmino.

Perjalanan Awal

Roberto Firmino Barbosa de Oliveira adalah pemain sepakbola profesional Tim Nasional Brasil dengan posisi penyerang tengah. Lahir pada tanggal 2 Oktober 1991 di Maceio, Brazil. Pemain dengan tinggi 1.81 meter tersebut merupakan anak dari pasangan Jose Roberto Cordeiro dan Mariana Cicera Barbosa de Oliveira. 

Dirinya bukanlah dari keluarga yang kaya raya. Melainkan keluarga yang miskin dan lingkungan yang tidak sedikit kejahatannya. Bagi seorang Roberto Firmino faktor keuangan bukanlah penghambat kesuksesan seorang. Dengan bakat dan dukungan dari orang sekitarnya, Roberto Firmino memulai karirnya untuk bergabung dengan akademi Clube de Regatas Brasil.

Berseragam TSG 1899 Hoffenheim

Firmino mengawali karir seniornya di klub Figueirense setelah keluar dari akademi Tombense FC. Di Figueirense, Firmino berhasil membantu klubnya hingga mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi Brasil. Tak berselang lama TSG 1899 Hoffenheim merekrut Firmino untuk bergabung. Pemain asal Brasil itu menandatangani kontrak bersama Hoffenheim untuk lima tahun kedepan. Di klub ini menjadi kali pertama ia bermain di kompetisi eropa.

Pada Januari 2011, Roberto Firmino memulai karirnya di skuad asuhan pelatih Ernst Tanner. Gol pertamanya tercipta pada tahun 2011, ketika Hoffenheim memperoleh poin penuh saat melawan Eintracht Frankfurt dengan skor 1-0. Performanya terus melambung tinggi dan mencetak 3 gol pada 11 penampilan pertamanya. Pencapaian tersebut cukup baik bagi pemain baru yang memulai debutnya di kompetisi Eropa.

Musim 2013/2014 menjadi performa terbaiknya bersama Hoffenheim. Ia berhasil menyumbang 22 gol dari 37 pertandingannya, dimana 16 gol didapatkan pada kompetisi liga. Pada akhir musim itu juga dirinya berhasil mendapatkan gelar Player of the Season.

Menghabiskan empat setengah musim, mampu membantu Hoffenheim promosi ke Bundesliga. Dengan 153 penampilan, Firmino sukses menyumbang 49 gol dan 36 assist untuk klub. Prestasi yang menakjubkan itu berhasil mengantarkannya menjadi Pemain Paling Berkembang Bundesliga 2014/2015. Dengan prestasinya yang gemilang dirinya dapat menarik beberapa top klub Eropa.

Puncak Kejayaan Bersama Liverpool

Pertengahan tahun 2015, Liverpool berhasil mengejutkan jagat transfer liga kasta tertinggi negeri Ratu Elizabeth. Dengan harga 29 juta poundsterling Liverpool berhasil membawa Firmino dari Hoffenheim untuk terbang ke Anfield.

Roberto Firmino mengawali debutnya saat Liverpool melawan Stoke city di kompetisi liga Inggris. Pada era Brendan Rodgers, Firmino tidak mendapatkan banyak waktu bermain. Pemain ini kerap kali terlihat duduk dibangku cadangan. Hingga saat Jurgen Klopp resmi bergabung pada 8 Oktober 2015, Roberto Firmino menunjukkan grafik permainan yang meningkat.

Gol pertamanya bersama Liverpool didapatkan pada saat melawan Manchester City pada 21 November 2015. Tanpa pikir panjang, mantan pelatih Borussia Dortmund itu menempatkan Firmino sebagai penyerang utama. Kehebatannya melampaui ekspektasi, hingga akhirnya pada Januari 2016 dirinya mendapat gelar Player of the Month.

Di musim pertamanya bersama The Reds, dirinya sukses mengantarkan klubnya ke partai final Liga Eropa. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak kepada Liverpool. Kekalahan adu penalti melawan Sevilla gagal mengantarkan mereka menjadi sang juara.

Musim terus berganti, membuat kemampuan Firmino berkembang pesat. Dirinya berhasil membawa Liverpool menjadi juara pada kompetisi Liga Champions 2018/2019 dan menjadi raja Premier League 2019/2020. Hingga Januari 2021, dirinya berhasil tampil sebanyak 269 penampilan dengan mengoleksi 83 gol dan 63 assist bersama The Reds.

Sang False 9 Liverpool

Hal menarik yang ada pada profil Roberto Firmino adalah pemain ini bukanlah penyerang murni. Tidak seperti Sergio Aguero di Manchester City ataupun Benzema di Real Madrid yang tugasnya utamanya membuat gol. Pemain bernomor punggung sembilan itu cenderung bermain sebagai False 9. Dimana tugasnya utamanya bukan mencetak gol akan tetapi membuka celah pertahanan lawan dan membuat serangan.

Keberadaan False 9 berada di formasi tengah akan menarik bek dari pemain lawan. Sehingga akan menciptakan lebih banyak opsi untuk membuat pola serangan. Saat itu terjadi, serangan bisa dilakukan dari samping maupun tengah.